Wednesday, October 27, 2010

Syiah Memandang, Pindahnya Orang Sunni ke Nasrani Lebih Menyenangkan Daripada Tetap Menjadi Sunni

0 comments

Lihat video ini..Begitu menyayatkan hati..Subhanallah..

Pengkhianatan Syiah sudah sampai puncaknya, dimana mereka berusaha keras menghadapi Ahlu sunnah. Sampai-sampai salah seorang penguasa Iran berpikir hendak memanggil kelompok-kelompok missionaris guna membuat perjanjian dengan mereka untuk mengkristenkan kaum muslim Sunni suku Kurdi.


DR. Amal As-Subki dalam bukunya Tarikh Iran As-Siyasi mengatakan:

"Dari beberapa hal yang benar-benar mengkhawatirkan dalam politik kristenisasi Amerika adalah, ditanda tanganinya kesepakatan antara masing-masing pemerintahan Iran, Irak, dan Turki di Adenbera 1910.



Kesepakatan itu secara terang-terangan merekomendasikan kepada Gereja Evangelis Louseri untuk melakukan penyebaran agama Kristen di antara masyarakat suku Kurdi muslim yang ada di ketiga negara Islam tersebut. Pemerintahan Iran pada masa Syah Reza Pahlavi telah memperbaharui kesepakatan itu pada tahun 1928. Maksud dari Syah Iran ini adalah untuk merealisasikan berbagai macam tujuan, di antaranya:



Pertama; Mengurangi kepadatan (jumlah) penduduk Kurdi yang telah menetap di Azarbaijan Iran sejak ratusan tahun yang lalu, yang sering kali bekerja sama dengan Turki yang Sunni melawan Iran, untuk menyelamatkan mereka dari kezhaliman.



Kedua; Menghancurkan kekuatan mereka dengan mengubah sebagian besar dari mereka menjadi Kristen, paska sikap pemerintah Turki yang berubah dalam mendukung mereka setelah revolusi Kamal Ataturk pada seperempat pertama abad kedua puluh.



Ketiga; Meleburkan identitas Kurdi (Sunni) dalam nasionalisme Iran, untuk memantapkan kekuasaan atas mereka dan mencegah bersatunya nasionalisme Kurdi dengan rekan-rekannya di Irak, Turki dan Syiria.



Sungguh. Aneh Cara Berpikir Para Pengkhianat Itu!

Apakah Ali bin Abi Thalib atau salah satu dari Ahlul Bait rela dengan keluarnya seseorang dari Islam menjadi Nasrani atau yang lainnya?!



Kemudian mereka memandang orang-orang Kurdi (orang-orang Sunni), seandainya mereka berubah menjadi Nasrani, ketajaman mereka akan tumpul, lalu mereka akan terbebas dari kejahatan orang-orang. Kurdi.



Ini bukanlah sekadar permainan politik. Tetapi, sudah seperti inilah keyakinan orang-orang Syiah. Seorang Nashibi (Sunni) lebih dahsyat kekufurannya daripada seorang Nasrani atau Yahudi. Karena itulah para imam mereka memperbolehkan shadaqah kepada kafir dzimmi dan tidak boleh kepada orang Sunni.



Ayatullah mereka, Khomeini berkata:

"Yang menjadi pertimbangan untuk orang yang diberi shadaqah Sunnah adalah kefakiran bukan karena keimanan dan Islam. Maka orang kaya boleh memberikannya kepada kafir dzimmi dan orang yang melanggar (mukhalif), walaupun mereka orang asing. Dan tidak boleh diberikan kepada Nashibi (Sunni) dan kafir harbi, walaupun mereka kerabat (jadi bagi mereka, orang Ahlu sunnah disamakan dengan orang kafir harbi)." 58



Ini berarti bahwa perbuatan ini, yaitu kesepakatan gerakan-gerakan kristenisasi terhadap orang-orang suku Kurdi, bukan hanya pandangan Syah Reza Pahlavi, orang yang juga ditentang oleh Khomeini, tetapi juga pandangan Khomeini dan sebagian besar orang-orang Syiah Rafidhah yang ekstrim.

IFF Satu Penghinaan Kepada Islam & Malaysia

0 comments


Festival Fesyen Islam (IFF) yang diadakan di Monte Carlo pada 9 Ogos lalu merupakan satu penghinaan kepada Islam.
Festival busana tersebut dinaungi oleh isteri perdana menteri Rosmah Mansor.
"Penganjuran Festival Fesyen Islam, walaupun namanya Islam, tetapi ia jelas menghina Islam apabila menampilkan model yang berpakaian menjolok mata. Lebih menyedihkan apabila model terbabit memakai baju yang tertulis 'Muhammad' dalam bahasa Arab dalam keadaan terbalik."Soalnya, apakah mesej yang hendak disampaikan oleh penganjur dalam festival ini melainkan berniat mahu menghina Islam? Lebih dari itu, mengapakah Datin Seri Rosmah Mansor terlibat secara langusng merasmikan dan menaungi festival ini.

Berikut beberapa pandangan dari Dr. Maza :


1. Berdasarkan apa yang ditonjol, jelas bahawa mengaitkan fesyen-fesyen tersebut dengan Islam adalah satu penghinaan. Sama sekali ia tidak islamik. Penganjur amat salah jika menyangka Islamic design dan Islamic fashion hanya berkaitan dengan penonjolan tulisan yang berunsur Islamik tanpa memahami soal etika dan hukum-hakam syarak.



2. IFF boleh memberikan gambaran salah yang serius mengenai pakaian dalam Islam. Ia juga melambang kecelaruan fikiran mereka yang terlibat.



3. Islam tidak menghalang fesyen untuk wanita, tetapi mesti dengan prinsip dan etika yang tersendiri. Penganjuran fesyen pakaian itu tidak salah, tetapi konsep dan pengisiannya IFF itu salah disebabkan tidak memahami prinsip dan etika dalam hal ini.



4. Mereka yang terlibat hendaklah memohon maaf kepada umat Islam dan mengisytiharkan kepada awam bahawa yang dianjurkan itu bukanlah ‘Islamik’.



5. Bahaya untuk isteri pemimpin utama negara Islam terlibat dengan hal-hal yang seperti ini. Ia akan memberikan mesej Islam yang salah kepada dunia, apatah lagi Malaysia dianggap salah sebuah negara Islam yang penting.



6. Kepimpinan negara akan rosak jika isteri-isteri pemimpin utama ini cuba menonjolkan diri sehingga tidak teliti dan tidak lagi memikir buruk baik sesuatu tindakan. Perbuatan seperti ini akan merosakkan kepimpinan sesebuah negara yang majoritinya muslim.



7. Saya mencadangkan kepada mereka yang berminat menganjurkan pertunjukan ‘Islamic fashion’ mewujudkan penasihat syariah terlebih dahulu. Mereka boleh menjemput ilmuwan yang lebih terbuka dan fleksibel tetapi mengikut prinsip-prinsip umum syarak.